SEMINAR NASIONAL & WORKSHOP PERPUSTAKAAN

SEMINAR NASIONAL & WORKSHOP 1 - 3 Desember 2011

FORUM KOMUNIKASI PERPUSTAKAAN

PERGURUAN TINGGI KRISTEN INDONESIA

 

Mulai tahun 2012, perpustakaan digital akan diterapkan di Sumatera Utara (Sumut) secara khusus dan Indonesia umumnya. Sebab, para siswa dan mahasiswa yang membutuhkan buku adalah generasi digital. Pepustakaan konvensional bakal ditinggalkan.

Untuk itu, Universitas HKBP Nommensen bekerjasama dengan Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Kristen Seluruh Indonesia (FORKOM PPTKI) telah mengadakan kegiatan pada tanggal 1 - 3 Desember 2011 yang lalu, antara lain berupa: Seminar Nasional dan Workshop dengan topik: "Pemberdayaan Repository Perpustakaan Untuk Meningkatkan Mutu dan Pelayanan di Perpustakaan", Library Tour  dan Pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FORKOM PPTKI yang diikuti anggota Forum.

 

Suasana Workshop di ruangan internet UHN

Suasana Workshop di ruangan internet UHN

 

Adapun tujuan dari seminar dan workshop ini adalah :

1. Menjalin kerjasama antar Perpustakaan; Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Pemerintah, Perpustakaan Sekolah-Sekolah Umum.

2. Dengan pemberdayaan Repository dan penerapan akses digitalisasi perpustakaan, diharapkan dapat menjalin kerjasama tukar menukar koleksi di kalangan pengguna pustaka.

3.  Mempromosikan program Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen dalam rangka meningkatkan minat baca dengan sistem layanan Perpustakaan.

4. Penerapan digitalisasi perpustakaan dengan system database online, pengguna pustaka dapat lebih mudah mengakses bahan literature yang dibutuhkan.

 

Foto bersama saat kunjungan Perpustakaan USU Medan

Foto bersama saat kunjungan Perpustakaan USU Medan

 

Peserta yang akan menghadiri Seminar dan Workshop ini adalah:

1.    Kepala Perpustakaan seluruh anggota Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Kristen Seluruh Indonesia (FORKOM PPTKI) antara lain dari wilayah Sumbagut, Jakarta, Bandung, Surabaya, Salatiga, Yogyakarta, Toraja dan Ambon.

2.    Pustakwan dan tenaga Perpustakaan di Perguruan Tinggi, tenaga Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Khusus dan Tenaga Perpustakaan Sekolah di Sumatera Utara.

3.    Akademisi dan mahasiswa ilmu perpustakaan serta pengelola perpustakaan di Sekolah Menengah Atas.

 

Foto bersama peserta PPTKI

Foto bersama peserta PPTKI


Peserta Forkom PPTKI luar Sumatera berfoto bersama di Perpustakaan UHN Medan

Peserta Forkom PPTKI luar Sumatera berfoto bersama di Perpustakaan UHN Medan

 

Materi kegiatan :

1.     Tanggal 1 Desember 2011 : Pelaksanaan Seminar dan Workshop, yang diikuti seluruh peserta, yang meliputi :

   a.   Pembukaan dan arahan dari bapak Rektor Universitas HKBP Nommensen.

   b.   Pemaparan Topik oleh Nara Sumber :

     -    Drs. Jonner Hasugian, MS (Perpustakaan USU)

     -        Aditya Nugraha, MA (Kepala Perpustakaan Universitas Kristen Petra Surabaya)

     -        Dr.Ahmad Riduan Siregar (Kepala Perpustakaan USU)

     -        Pelatih Workshop : Rasima, S.Sos (Perpustakaan USU)

   c.    Pukul      :    08.00 - 17.00 WIB

   Tempat : Ruang Perpustakaan Fakultas Kedokteran Lt.2 Universitas HKBP Nommensen.

 

2.     Tanggal 2 Desember 2011 : Library Tour; mengunjungi objek wisata Taman Simalem Resort Merek Hills - Lake Toba & sekitarnya yang diikuti seluruh peserta Forum Komunikasi Perpustakaan Perguruan Tinggi (FORKOM PPTKI), yang akan dilanjutkan pada malam harinya dengan acara ramah tamah dengan Bapak Rektor Universitas HKBP Nommensen.

 

3.      Tanggal 3 Desember 2011 : Pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga FORKOM PPTKI yang diikuti anggota Forum.

 

Pembicara diberikan penghargaan cinderamata dari UHN

Pembicara diberikan penghargaan cinderamata dari UHN

 

Materi Seminar :

Kepada peserta seminar nasional, Jonner Hasugian mengatakan misi perpustakaan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan menyediakan akses terhadap sumber daya informasi tetap relevan, tapi teknologi dan cara untuk melakukannya mengalami perubahan.

"Penyediaan sumber daya informasi berbasis cetak tidak lagi cukup memadai, tapi harus dilengkapi dengan sumber daya berbasis elektrik/digital yang jumlah dan kecepatan penyebarannya terus meningkat. Untuk itu, pustakawan harus melibatkan diri dalam pengembangan bahan-bahan elektronik, jika perlu bekerja sama dengan pihak lain," katanya.

Ketua Forkom PPTKI Aditya Nugraha pada seminar itu mengakui bahwa kondisi perpustakaan di tanah air masih memprihatinkan. Aditya mengakui bahwa peran dan fungsi tradisional perpustakaan mulai diambil alih oleh teknologi dan perubahan jaman. Sehingga, Institusional Repositories (IR) atau Perpustakaan Digital merupakan peluang untuk meredefinisi peran dan fungsi perpustakaan. Aditya optimis bahwa perpustakaan digital bisa diterapkan mulai tahun 2012, karena sebelumnya beberapa Perpustakaan Perguruan Tinggi telah menerapkannya.

Wakil Rektor I UHN Dr. T.Sihol Nababan, SE, MSi mengatakan di Nommensen telah mengembangkan perpustakaan digital secara bertahap. Untuk mewujudkan perpustakaan digital pada tahun 2012, Nommensen akan melakukan kerjasama dengan PPTKI dan beberapa pihak lainnya di Indonesia. "Nommensen sudah menyiapkan dari segi anggaran dan seminar ini menjadi salah satu contoh persiapan kita menuju Perpustakaan Digital. Perpustakaan Digital itu akan dibuat bersama dengan anggota PPTKI dan jaringan perpustakaan lainnya,  kita bekerja sama dan akhirnya bisa saling menutupi. Kualitas Perguruan Tinggi itu dilihat dari akreditasinya, sementara perpustakaan jadi salah satu point penilaian akreditasi", jelas Wakil Rektor I UHN.

 

Library Tour - Peserta PPTI Foto Bersama di Taman Simalem Resort

Library Tour - Peserta PPTI Foto Bersama di Taman Simalem Resort


Suasana ibadah singkat ketika sudah tiba di Taman Simalem Resort

Suasana ibadah singkat ketika sudah tiba di Taman Simalem Resort


Ketua Forkom PPTKI Aditya Nugraha diberikan cinderamata Ulos oleh Bapak Rektor UHN

Ketua Forkom PPTKI Aditya Nugraha diberikan cinderamata Ulos oleh Bapak Rektor UHN


Foto bersama pada saat acara ramah tamah dengan Bapak Rektor

Foto bersama pada saat acara ramah tamah dengan Bapak Rektor