Akademik
Kuliah Umum dari Mantan Dubes RI di Hanoi, Vietnam
Universitas HKBP Nommensen menjalin kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Salah satu bentuk konkrit yang dilakukan dengan mengundang mantan Duta Besar (Dubes) RI di Hanoi Vietnam, Pitono Purnomo sebagai pembicara pada kuliah umum yang diadakan pada hari Jumat lalu tanggal 30 September 2011 di Ruang Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen pada pukul 09.30 - 11.30 WIB.
Kuliah umum yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas HKBP Nommensen Medan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dengan topik Perkembangan Kerjasama ASEAN "Transformasi ASEAN dalam Keketuaan Indonesia di ASEAN 2011," yang dihadiri seratusan mahasiswa Fisipol dan Fakultas Ekonomi.
Mantan Dubes RI untuk Vietnam sedang memaparkan kuliah umumnya
Pitono Purnomo yang juga mantan Dubes RI di Jepang menyebutkan, Kemenlu perlu menyampaikan kepada mahasiswa tentang berbagai sektor kerjasama yang dilakukan dengan negara ASEAN." Dalam pilar kerjasama dengan ASEAN, diantaranya ada sektor pendidikan dan pemuda. Jadi kita perlu menyampaikan kepada pemuda dan mahasiswa tentang sektor apa saja kerjasama Indonesia dengan negara yang tergabung di ASEAN," ujar Pitono.
Pada kuliah umumnya, dia menyebutkan, pada sektor ekonomi seperti bidang Unit Kecil Menengah (UKM) produk dari Indonesia banyak berkiprah di pasar negara ASEAN, seperti pakaian jadi khususnya batik, furniture, souvenir dan aksesoris. "Pengalaman saya sebagai Duta Besar (Dubes) RI di Hanoi,Vietnam, banyak produk UKM kita dipakai dan diterima warga Vietnam seperti furniture dari kayu, batang kelapa dan rotan. Sebab katanya, produk UKM Indonesia bisa bersaing dengan produk China yang harganya lebih murah khususnya pakaian jadi. "Barang kita bisa diterima dan bisa bersaing walau banyak dari China. Batik banyak dipakai di Jepang, apalagi batik kita memiliki warna yang khas atau unik sesuai dengan taste warga Jepang.
Para Mahasiswa yang hadir pada saat kuliah umum
Menurutnya selama ini sudah banyak produk UKM diterima pasar di negara ASEAN. Sekarang yang diperlukan itu upaya penetrasi pasar. Pitono mengaku optimis, produk UKM Indonesia bisa tetap eksis di pasar negara ASEAN, apalagi perwakilan di berbagai negara dibebani untuk melakukan promosi dengan road show ke setiap propinsi-propinsi di negara tersebut.
Pitono Purnomo juga mengatakan, Negara ASEAN juga melakukan pengembangan kewirausahaan. Disebutkan, kontribusi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) pada tahun 2010 yakni 55,6 % dari PDB Indonesia, nilai investasi Rp. 640,4 triliun (52,9 % dari total investasi), kontribusi devisa Rp. 183,8 triliun (20,2 % dari total devisa), jumlah pelaku UMKMK 51,3 juta unit usaha (99,91 % dari total jumlah pelaku usaha), jumlah tenaga kerja 90,9 juta (97,1 % dari total jumlah pekerja).
Ketua panitia kuliah umum, Drs.Ridhon Simangungsong, MMA mengatakan bahwa kuliah umum digelar sesuai dengan misi Fisipol yang ingin kerjasama dengan Kemenlu. "Ke depan kerjasama ini diharapkan bisa dilakukan dengan lebih baik lagi. Sebab Fisipol pada akhir tahun ini atau memasuki tahun ajaran baru akan membuka prodi baru studi Hubungan Internasional," ujar Ridhon.
Menurutnya, pembukaan prodi Hubungan Internasional itu melihat potensi masyarakat di Sumatera Utara, karena sampai sekarang belum ada Fisipol yang memiliki prodi tersebut. Padahal program itu cukup besar potensinya untuk lapangan pekerjaan. Untuk itu ke depan sesuai dengan misi Nommensen 2030 akan mencetak pemimpin; Fisipol UHN akan siap membuka prodi ini. Dengan akan dibukanya program studi Hubungan Internasional itu, maka Fisipol UHN akan membenahi kembali prodinya supaya sinkron dengan lembaga di Kemenlu. Karena itu akan ada perubahan kurikulum.
Ketua Panitia Drs. Ridhon Simangunsong, MMA memberikan cenderamata berupa ulos dan plat penghargaan
Panitia berfoto bersama Bapak Pitono Purnomo (Mantan Dubes RI di Hanoi Vietnam)
Silakan unduh slide presentasi dari Bapak Pitono Purnomo disini.

